CAMP JUPITER Batas Tanggal Lahir: 01/06/2001 - 30/06/2002 Jadwal Kelas & Event Senatus Populusque Romanus! |
Timeline Term 2.2: 2013/2014 Jadwal New IndoOlympians Open Registrasi Term 2.2: REGISTRASI AKUN DITUTUP Kelengkapan Registrasi ditutup tanggal 21 Mei 2016, 20.00 WIB Jangan sampai terlewat! Jangan lupa untuk mengecek Pengumuman dan Indeks Pusat Informasi |
CAMP HALFBLOOD Batas Tanggal Lahir: 01/06/2001 - 30/06/2002 Jadwal Kelas & Event Jangan kasih makan Satyr, ingat! |
| Selamat datang di New Indoolympians! New IndoOlympians adalah kelanjutan dari forum IndoOlympians. New IndoOlympians adalah forum RPG berbasis teks yang mengambil Semi-Alternate Universe dari seri Percy Jackson and the Olympians dan Heroes of Olympus karangan Rick Riordan. Ingin tahu rasanya menjadi anak setengah dewa, berjuang melawan monster, menyelamatkan dunia, seraya merasakan menjadi anak remaja dengan segala problematika kehidupannya? Registrasi selanjutnya: 13 Mei 2017, 06.05WIB - 14 Mei 2017, 07.05 WIB Join our adventure! Jika sudah terdaftar, silakan login: |
| Petualangan Pertama Term 2.2 | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: May 6 2017, 10:34 PM (418 Views) | |
| Freya Mohn | May 19 2017, 05:28 AM Post #31 |
![]()
|
[Dikejar Makhluk Baik] Sore yang cerah dengan novel baru untuk dibaca (lagi-lagi) di kafe serupa dengan kafe yang ia datangi kemarin. Letaknya sedikit ke ceruk. Freya sendiri barangkali tidak akan bisa menemukan tempat tersebut dengan baik kalau tidak mendapat rekomendasi dari salah seorang temannya. Namanya Morris; mengaku tahu sebab rumahnya dekat sana—sebelah mananya, tidak tanya, tidak penting juga. Sementara, Delilah Mohn sedang tidak ada di rumah. Katanya sedang menjenguk temannya yang sakit. Pukul 6 sore, ia baru tiba. Memesan minuman, lalu duduk pada salah satu kursi tak berpenghuni di sana sambil menunggu pesanannya datang. Jari-jemarinya mulai membolak-balikkan halaman buku yang dibawanya. Kadang menyenangkan berada di suatu tempat antah-berantah beserta orang-orang yang tidak kamu kenali pula. Menyenangkan untuk tahu bahwa kamu tidak dikenali, sehingga interupsi macam apa yang berpotensi mengusiknya memangnya? Ia bahkan tidak bercerita kepada Morris kalau akan datang ke sini. "Permisi, satu Americano?" "Ah, iya." Pesanannya datang. Pelayannya adalah seorang wanita berpakaian kasual, yang kelihatannya adalah pemilik kafe sendiri (soalnya tidak kelihatan seperti pelayan juga). "...Miss Mohn?" "....Aa, Anda tahu saya?" Untuk sejenak, Freya Mohn merasa dirinya lebih cocok dipanggil si bodoh dengan kepala terangkat dan dagu menjatuhkan diri, serta kaki-kakinya sendiri memilih untuk membeku di tempat—menancapkan dirinya pada lantai kafe. "Geez, kamu—apa?" It sucks. Butuh waktu baginya untuk percaya bahwa wanita tersebut baru saja menjulurkan lidahnya layaknya keluarga reptil, serta waktu yang cukup pula bagi wanita tersebut untuk mengubah wujudnya dengan sempurna. "Yes, dear. Of course, I know you." Bunyi desis semakin jelas. Gelas berisi Americano utuh barusan tak sengaja tersenggol dan jatuh, menimbulkan ricuh. Orang-orang menjerit. Tuubuhnya sendiri berusaha kabur, menabrak kanan-kirinya tak karuan. Terakhir, tingkah laku defensif yang dilakukannya ialah melempar kursi kayu dengan sekuat tenaga ke arah wanita yang tubuhnya sudah melata, menjamahi lantai, dan siap menerkamnya kapan pun. Ia bisa mati kapan pun! Freya Mohn bergegas kabur dari kafe tersebut dan yakin bahwa makhluk yang sama masih terus mengejarnya dari belakang. Namun, tiba-tiba..., "FREYA MOHN, IS THAT YOU?!" Suara Morris, juga orangnya; datang entah dari sisi sebelah mana (kemampuannya menentukan arah mendadak sirna, kepalanya juga semaput, tidak bisa berpikir jernih) dan menghampiri dirinya. Tangannya ditarik cepat dan dibawa lari. "Morris, kamu lihat dia?" Kawannya tak kalah panik dan masih sibuk mencari-cari jalan kabur. "Morris, aku takut!" "Hey, listen, aku akan menjelaskannya selama perjalanan. Tidak ada waktu lagi, kau harus ikut ke perkemahan sekarang!" Keduanya masih berlari, sekitarnya mulai ramai kendaraan. "Geez, kurang ajar—ada apa dengan kakimu?" Lantas, yang ia tahu berikutnya hanya mereka sudah dapat mobil dan sedang dalam perjalanan menuju suatu perkemahan yang tidak ia ketahui sama sekali. "Morris, tolong jelaskan atau aku akan keluar sekarang juga—," dengan kondisi mobil yang melaju cepat. "Iya, sabar, pasti akan kujelaskan. Aku satyr."[/i] "Pardon?" Edited by Freya Mohn, May 19 2017, 05:29 AM.
|
![]() |
|
| Lora Calter | May 19 2017, 11:05 AM Post #32 |
![]()
|
——— run, the monster is coming Ia sudah terbiasa mendapati hijaunya menemukan sosok-sosok yang tak dapat dilihat oleh yang lain. Lora Calter bukan anak kecil yang akan lari ketakutan kala hijaunya mendapati sosok-sosok yang selalu ia hindari untuk berkontak mata. Lora Calter tahu, bahwa tidak semua orang bisa menerima bahwa hijaunya dapat melihat sosok-sosok yang kadang beridiri disamping lampu taman atau lampu penyebrangan. Biasanya, Lora Calter akan menahan dirinya, memalingkan muka kemudian berjalan memutar, menghindari sosok-sosok yang kadang kala menempel dijendela kamarnya. Tapi kali ini, kakinya bergerak tanpa perintah, menatap sosok yang cukup berbeda dari yang biasanya ia lihat. Sosok yang entah mengapa membuatnya ingin menjerit, lari, namun entah kenapa kakinya tidak mau bergerak dari tempat itu kala hijaunya bertumbukkan dengan mata sosok yang tak familiar baginya itu. Bukan sesuatu yang biasa dilihatnya. Bukan sesuatu yang familiar. Kakinya seakan dipaku ditempat itu. Badannya kaku, seakan tak mampu untuk bergerak dan ia pasrah, ketika sosok itu berlari menuju dirinya, seakan mengejar dengan hasrat menggebu-gebu. Dan seperti yang dia katakan tadi, kakinya seakan terpaku ditempat itu. Sejenak, hijaunya diliputi ketakutan yang amat sangat. Bagaikan seorang mangsa, yang bertemu dengan predatornya. Sedetik, tubuhnya seakan terbebas dari paku itu, ia menjerit. Dan sejenak, suara Manny memenuhi momen-momen terakhir sebelum kesadarannya menghilang. Sesaat sebelum kesadarannya hilang, hijaunya mendapati bahwa kaki Manny menjadi berbulu, bagaikan hewan. Ah, satu kepingan puzzle itu tersimpan dimemorinya. |
![]() |
|
| Jesper Lynch | May 20 2017, 04:50 PM Post #33 |
|
diserang makhluk baik “Aku tidak mengerti.” Ujung sepatunya mematahkan ranting kering. Napas bocah lelaki itu terengah, bayangannya beradu dengan siluet pepohonan yang menjulang bagai benteng kokoh di sekitar mereka. “Wylan, aku benar-benar tidak mengerti.” Itu pertanyaan yang sebetulnya tidak ingin ia lontarkan; ketidaktahuan selalu membuat Jesper kesal, dan mengetahui bahwa ia tidak bisa melakukan apa-apa untuk mengenyahkan rasa penasarannya berhasil menciptakan awan mendung untuk suasana hatinya. Jesper menggigit ujung bibir, dengan sepenuh hati ia membenci seluruh teka-teki yang kini membungkus hidupnya. Tak lebih dari setengah jam lalu ia masih menghabiskan petang hari dengan berjalan kaki, tas ransel berisi buku-buku pelajaran tersampir di kedua bahu. Hari ini cerah, dan besok adalah akhir pekan yang telah ia tunggu-tunggu, tetapi keberadaan seorang tunawisma yang duduk bersila di tepi trotoar membuat langkah Jesper terhenti. Ada sesuatu yang ganjil dalam seringai miring wanita tua tersebut, juga dari cara matanya memandang Jesper, persis hewan kelaparan yang baru saja menemukan mangsa setelah berburu terlalu lama. Saat itu ia tak melakukan apa-apa, hanya mempercepat langkah seraya berharap jarak menuju rumahnya bisa menyusut seketika. Orang aneh. Tidak usah menoleh. Jalan terus. Tetapi waktu baru berlalu beberapa detik tatkala wanita itu tahu-tahu saja bangkit. Jesper bisa mendengar suara langkah kaki mengikutinya dari belakang, dan saat itu jugalah ia tahu bahwa ia sedang terlibat dalam suatu situasi yang… rumit. Baru. Berbahaya. Ketika itulah Wylan datang, memanggil namanya, lalu menarik lengannya. Aku datang di saat yang tepat, ya? Saat itu Wylan, Wylan Stanford, murid pindahan yang baru tiga hari menjadi teman sebangkunya, melempar cengiran gugup padanya, dan Jesper terkesiap ketika mendapati bahwa Wylan berlari lewat cara yang ganjil. Kaki kambing itu… Kostum? Atau apakah ini lelucon baru yang sedang viral di media sosial? Tidak ada waktu untuk bertanya karena setelah itu mereka menghabiskan waktu untuk melarikan diri, menyusup ke dalam hutan pinggir kota yang persis latar belakang lazim dalam film pembunuhan, sementara seseorang—sesuatu mengejar mereka. Bukan wanita tunawisma itu, melainkan seekor monster bersayap yang menyerupai kelelawar raksasa. Jesper bisa mendengar suara sayap yang mengepak ribut, bunyi dedaunan yang terkoyak, dan ia berharap monster tersebut tak bisa mendengar suara detak jantungnya. “Nanti kau akan mengerti, aku janji.” Wylan bergumam, tatapan mata tak beralih dari jalan penuh batu di hadapan mereka, nada bicaranya seakan-akan ia tidak menganggap seluruh penjelasannya pada Jesper sebagai sesuatu yang aneh. Menurut Wylan, Jesper adalah seorang blasteran, setengah dewa, dan mereka harus pergi ke Perkemahan Blasteran sekarang juga sebab pusat kota bukan lagi tempat yang aman untuk Jesper. “Kenapa kau tidak memberiku senjata? Untuk melawan makhluk itu?” Ia bersikeras, karena itulah yang biasa terjadi dalam suatu kisah fiksi; mata kapak yang bisa membelah bahkan tengkorak manusia, pedang dengan logam khusus yang bisa membunuh monster hingga menghancurkan intisarinya. “Aku tidak ingin mati hari ini.” “Aku juga, sama. Tidak ingin kita mati hari ini.” Wylan tertawa, seraya melirik belati kecil yang digenggam satu tangannya. Lantas manusia separuh kambing itu menatapnya, kemudian menepuk pundak Jesper dengan sentakan tegas. “Tapi setidaknya kau tidak menunjukkan rasa takut itu pada ekspresi wajahmu—dan kurasa, aku tidak perlu terlalu mengkhawatirkanmu.” Lalu, mana senjataku? Ia bersikeras dengan pertanyaan tersebut, seraya mengikuti langkah kaki Wylan dengan kewas-wasan yang semakin bertambah—tetapi tak ada jawaban yang memuaskan dari lelaki itu. (Meski tentu saja: Jesper tak berencana memutar langkah untuk menghadapi monster tersebut seorang diri.) |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
![]() Our users say it best: "Zetaboards is the best forum service I have ever used." Learn More · Sign-up Now |
|
| « Previous Topic · Petualangan Pertama · Next Topic » |
| Track Topic · E-mail Topic |
1:59 AM Jul 12
|







1:59 AM Jul 12