WELCOME TO NIGHTFALL |
|
Buku Panduan Daftar Visualisasi Panduan Pemula Peraturan Pembuatan Karakter Pelayanan Karakter Jadwal Kegiatan |
![]() |
HOT NEWS [!] Teknis out-RP! Announcement _____________ TWITTER: @NIGHTFALL_RPF |
| Registrasi Karakter Term Beta; TIMELINE 1996 - 1997 | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Aug 17 2016, 01:16 PM (1,356 Views) | |
| Post #1 Aug 17 2016, 01:16 PM | Oceanated |
PANDUAN REGISTRASI
[1] Karakter Lanjutan adalah karakter yang bukan pemburu baru. InRP sudah bergabung dengan ordo pada tahun-tahun sebelumnya namun Out-RP baru bergabung dengan ordo tahun ini. Karakter ini, singkatnya, boleh dianggap pemburu yang lebih senior dibandingkan pemburu-pemburu baru non-kuota. ETA: Usia karakter lanjutan. Edited by Jaywalker, Aug 19 2016, 01:54 PM.
|
|
| Quote ^^^ | Offline Profile |
| Replies: | |
|---|---|
| Post #21 Aug 20 2016, 03:41 PM | Joshua Holbrook |
|
Registrasi Karakter TERM BETA / KUOTA: KELAHIRAN LUAR CALIFORNIA NAMA Joshua Alvaro Holbrook JENIS KELAMIN Laki-Laki TEMPAT KELAHIRAN Mexico City, Mexico TANGGAL LAHIR 19 Agustus 1980 Tentang Karakter Tubuhnya tergolong kurus untuk anak seusianya, dengan tinggi badan 175 senti dan berat 59 kilogram. Rambutnya berwarna cokelat gelap dan sepasang mata biru laut. Anak yang cukup kalem dengan pengendalian diri yang sangat baik. Tidak mudah marah, setidaknya tahu cara menyimpan emosinya yang sebenarnya dan lebih memilih untuk memasang senyuman. Tipe dibalik layar yang tidak suka mendapat sorotan. Kadang pemalu dan canggung dengan orang asing, tapi jika sudah mengenalnya lebih baik ia akan lebih terbuka dan merupakan teman yang loyal. Punya tendensi denial parah dan senang melarikan diri dari masalah jika merasa ia sudah tidak sanggup menanganinya Latar Belakang Nama lahirnya adalah Alvaro Moreno da Silva Sanchez. Imigran gelap dari Mexico yang dibawa ke Amerika ketika usianya baru satu tahun. Ayahnya adalah pemburu, tetapi sudah meninggal dalam tugas sebelum Alvaro lahir. Ibu Alvaro, wanita biasa yang bukan pemburu, memutuskan membawa Alvaro ke Amerika dengan harapan kehidupan yang lebih baik. Tapi ia tertangkap oleh petugas imigrasi dan dikembalikan ke negara asal, sementara Alvaro berhasil dititipkan di panti asuhan. Sempat tinggal sampai usianya tiga tahun di panti asuhan, setelah itu diangkat anak oleh keluarga Holbrook, keluarga cukup berada yang baru saja kehilangan putra kandungnya karena sakit kanker. Alvaro diganti namanya menjadi Joshua Holbrook, sedangkan nama pemberian ibunya dijadikan sebagai nama tengah. Joshua tahu ia anak angkat, tapi orang tua angkatnya selalu menolak memberitahu lebih jauh mengenai keluarga kandungnya. Visualisasi DIPERANKAN OLEH TROYE SIVAN (LINK!) Contoh Roleplay Um, what? "Pemburu?" Okay, ia mencoba mencerna informasi barusan dengan kepala dingin dan tidak panik. Tapi beri tahu caranya bagaimana bisa tetap tenang ketika muncul seseorang di depan rumahnya dan mengatakan bahwa dirinya adalah seorang pemburu? Reaksi pertamanya adalah menyangkal, tentu saja, Joshua Holbrook ahli dalam melakukan itu. Kepalanya dengan mudah langsung menerka pria ini adalah tukang tipu dan baru saja mengeluarkan lelucon murahan padanya. Ha ha, berharap mau membuatnya tertawa, eh? Tapi sebagian dari dirinya yang lain tidak mampu menghalau berbagai kemungkinan-kemungkinan yang ada; bagaimana jika pria itu tidak berdusta? Bagaimana jika itu adalah hal yang sebenarnya? Bagaimana jika ia sungguhan pemburu? Bagaimana jika—shit, kepalanya selalu penuh banyak pertanyaan sejak lama jika itu menyangkut asal usulnya yang tidak jelas. Joshua tidak lantas mengatakan ia percaya atau tidak percaya, tapi kemungkinan terkecil itu tetap ada, bukan? Ia, nyatanya, tidak pernah benar-benar tahu siapa dirinya. Seumur hidupnya ia tahu ia bukanlah Holbrook, Dad dan Mom mungkin mengasihinya selayaknya anak sendiri, tapi ada berbagai hal yang tidak terjawab selama ini. Siapa orang tua kandungnya, di mana mereka sekarang, apa ia sungguhan anak yang lahir tanpa surat dan bahkan tidak berasal dari negara ini. Terlalu banyak hal yang tidak ia tahu. "Itu sama sekali tidak masuk akal." Hei, diberi tahu dirinya adalah pemburu tidak lantas memberikan semua jawaban yang ia inginkan. "Tapi, yeah, cukup menjelaskan hal-hal yang selama ini tidak bisa dijelaskan." Catatan Staff APPROVED Edited by Oceanated, Aug 20 2016, 04:18 PM.
|
![]()
|
| Quote ^^^ | Offline Profile |
| Post #22 Aug 20 2016, 03:44 PM | Frances Evans |
|
Registrasi Karakter TERM BETA / KUOTA: KARAKTER LANJUTAN NAMA Frances Jane Evans JENIS KELAMIN Perempuan TEMPAT KELAHIRAN California TANGGAL LAHIR 6 Mei 1978 Catatan Karakter TAHUN MASUK ORDO 1992 USIA MASUK ORDO 14 tahun SPESIALISASI PENJEBAKAN Tentang Karakter Perawakannya tinggi dan kurus, kulit putih pucat dengan mata berwarna kelabu dan rambut pirang platina. Ekspresi wajahnya kalau sedang diam memang terkesan datar, tetapi sebenarnya Frances selalu ramah dan suka tersenyum. Bicara dengan aksen Inggris yang cukup kental, tetapi jika diminta ia bisa berbicara dengan logat Amerika. Menguasai bahasa Perancis, Jepang, dan Korea dengan fasih—dan pelafalannya nyaris seperti native speaker. Punya kemampuan berpikir yang cepat, supel, dan mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Namun emosinya juga lumayan mudah terpancing sehingga ia terkesan gampang meledak. Impulsive dan tidak begitu suka diperintah, sebenarnya. Tetapi ia punya batas toleransi yang cukup luas dalam menerima kekurangan orang lain. Latar Belakang Dulunya kedua orangtua Frances adalah anggota Ordo, dengan ayah yang memiliki spesialisasi penjebakan dan ibu pertempuran. Namun dalam sebuah misi—saat itu usia Frances masih delapan tahun—Mom gugur dalam pertarungan. Sejak saat itu Dad memutuskan untuk pensiun dan tidak lagi mengikuti misi. Awalnya Frances dan ayahnya sempat pindah ke New York setelah ayahnya berhasil membuka bisnis furniture di sana, tetapi kemudian harus kembali ke California untuk menjaga Granny Dorothy—yang merupakan ibu dari ayahnya dan mantan pemburu juga—yang sakit-sakitan. Tahun 1991, Granny meninggal dan Frances serta ayahnya tidak punya alasan lagi untuk tinggal di California. Namun ayahnya pada saat itu menyarankan Frances untuk memasuki Ordo agar keselamatannya lebih terjamin. Visualisasi DIPERANKAN OLEH NASTYA KUSAKINA (LINK!) Contoh Roleplay “Is it okay, Dad?” Pertanyaan itu lagi-lagi diulang oleh gadis berambut platina tersebut. Sang ayah mengangkat wajah dari koran yang dibacanya, lalu menurunkan kacamatanya untuk menatap anak perempuan satu-satunya. “Ya, tentu. Kenapa kamu bertanya terus, Fran?” Anak perempuan itu menggerung. “Hanya karena Dad bilang oke bukan berarti aku merasa puas mendengarnya,” Frances menjatuhkan bokong di sisi sofa yang kosong dan meraih wajah ayahnya. kemudian gadis itu menekan pipi sang ayah keras-keras sehingga bibirnya monyong seperti ikan sebelum gadis kecil itu tertawa. “So funny.” “Kenapa jadi mengolokku, huh?” pria itu kemudian menggelitik pinggang Frances yang membuat anak perempuan itu tertawa tanpa ampun. Untung saja ia berhasil menendang ayahnya—hey, tidak sungguh-sungguh kok—sampai pria itu berhenti menggelitikinya. Mengatur nafas, Frances merapikan rambut panjangnya yang sedikit berantakan. Benaknya kembali memikirkan pertanyaan selanjutnya yang ingin diucapkan pada sang ayah. Sejujurnya ia bukannya tidak mau masuk Ordo; ia hanya tidak ingin meninggalkan ayahnya sendiri. Namun pria itu tahu, tanpa Frances mengucapkannya, bahwa anak perempuan itu mencemaskan dirinya. Maka dengan satu tepukan di pundak ia meyakinkan Frances untuk benar-benar pergi ke sana—karena takdir mereka adalah menjadi pemburu. (“Meskipun nyawa taruhannya?” “Meskipun nyawa taruhannya.”) Catatan Staff APPROVED Edited by Oceanated, Aug 20 2016, 04:20 PM.
|
![]()
★★
|
| Quote ^^^ | Offline Profile |
| Post #23 Aug 20 2016, 11:21 PM | Lars Hedlund |
|
Registrasi Karakter TERM BETA / KUOTA: KARAKTER LANJUTAN NAMA Lars Alexander Hedlund JENIS KELAMIN Laki-laki TEMPAT KELAHIRAN San Fransisco, CA TANGGAL LAHIR 5 August 1975 Catatan Karakter TAHUN MASUK ORDO1988 USIA MASUK ORDO 13 SPESIALISASI PERTEMPURAN Tentang Karakter Rambut hitam kelam, iris biru langit serta ekspresi yang cenderung melankolis. Terkadang penampilannya memang cukup menipu, terlebih sebagai seorang pemburu, Lars Hedlund bertumbuh ramping dan terlihat pemalas (kurang atletik), dimana ia memang tidak terlalu mengedepankan kekuatan adu hantam melainkan teknik-teknik cepat mematikan yang membuatnya ahli dalam pertempuran tangan kosong dan seni bela diri. Mulutnya tajam, tidak peka, tidak segan dan keras kepala —dimana Lars terkadang memiliki masalah untuk bekerja dalam tim, walau sebenarnya ia selalu percaya bahwa apa yang dia lakukan adalah yang terbaik untuk semua orang, dan tidak memiliki masalah jika harus bekerja seorang diri. Everything is for the greater good. Although it's either his way or the highway. Latar Belakang Berawal dari keluarga pemburu imigran Swedia yang kemudian menetap di Amerika, darah pemburu mengalir pekat di keluarga Hedlund dengan keterlibatan setia mereka dalam orde selama beberapa generasi terakhir. Hampir dari semua pemburu di keluarga mereka mengambil spesialisasi pertempuran. Lars sendiri adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Kedua orang tuannya pemburu, berikut juga dengan kakak perempuannya. Selain dengan aktivitas ordo, keluarga Hedlund memiliki saham di dalam bisnis furniture skala besar. Visualisasi DIPERANKAN OLEH MATTHEW BELL (LINK!) Contoh Roleplay "Elsa, lemparkan hand cream itu." nada menyuruh, dengan si bungsu Hedlund yang tengah membiarkan kepalanya mengantung di sisi ranjang sementara tangan dijulurkan malas. "Kau mau pakai hand cream..?" Kakak perempuannya menyerengit. Terlihat jelas sudah bersiap akan mengejek untuk pengertian feminisme yang dangkal, walau Lars Hedlund membalas terlalu cepat. "Tanganku kering, memang ada alasan apa lagi, hah?" Saat itu pertengahan musim panas dan California benar-benar terasa seperti neraka. Alih-alih berkeringat, semua berubah gersang —hingga kulit pecah-pecah dan hidung mimisan sudah seperti menu reguler. Dan kedua setan kecil Hedlund itu nyaris mati bosan, setidaknya untuk Lars, mengingat keluarga mereka memutuskan bahwa rencana paling menarik untuk musim panas ini adalah berburu Troll —dimana ia masih belum cukup umur untuk ikut. Elsa lalu melempar hand-cream rasa jeruk itu pada Lars, seraya mengumamkan kata banci —dan Lars membalas dengan melempar balik bantal ke muka Elsa sebagai ucapan terima kasih. "Kurang ajar! Sudah bagus aku tidak ikut Ma dan Da hari ini untuk menemanimu!" bantal itu kembali terlempar. "Aku ga butuh di baby-sitting." kali ini, Lars merasa perlu untuk melempar pigura foto nenek untuk menekankan kalimatnya. Mereka memang keluarga bar-bar. Terlalu sering menghabiskan waktu bermain dengan bergumul dan menentukan siapa lebih kuat, walau Elsa yang lebih tua dan jauh lebih besar masih memegang kendali atas adik laki-lakinya yang baru saja tiga belas tahun, seminggu yang lalu. Dan dengan muda Elsa Hedlund berhasil memiting adiknya dengan bantal yang menutupi muka, sementara geraman Lars terdengar seperti kucing marah. "Kau baru bisa jadi pemburu tahun ini, jangan belagu adik sayang." Catatan Staff APPROVED Edited by Oceanated, Aug 21 2016, 05:20 AM.
|
![]()
★★
|
| Quote ^^^ | Offline Profile |
| Post #24 Aug 21 2016, 01:59 AM | Oscar Martinez |
|
Registrasi Karakter TERM BETA / KUOTA: KELAHIRAN LUAR CALIFORNIA NAMA Oscar Benjamin Martinez JENIS KELAMIN Laki-laki TEMPAT KELAHIRAN Truth or Consequences, New Mexico (USA) TANGGAL LAHIR 22 Januari 1981 Tentang Karakter This Martinez boy is always a little bit different. It was always his birthright, as a Hispanic. Setidaknya, di kota sekecil T & C dengan populasi Kaukasian yang begitu besar, kulitnya yang kecoklatan akan terlihat begitu menonjol—satu fakta yang begitu disadarinya, painfully. Tubuhnya yang lebih menjulang daripada teman-teman seusianya juga membuatnya tampak semakin menonjol. Ia seakan bisa merasakan tiap sorot mata mengikuti langkahnya, dan tatapan-tatapan itu, tidak sepenuhnya merupakan tatapan yang cerah. He wishes to be invisible, sometimes. But even more, he longs to be free. Berlarilah, dirinya, mulanya sebagai bentuk pelarian dari segala hal yang dianggapnya mengungkung. Bentuk pelariannya yang lain adalah buku-buku yang kerap kali dipinjamnya dari perpustakaan. Ia menahan diri untuk terjun dan melibatkan diri pada hal-hal yang dianggapnya konyol—seperti melakukan kejahatan-kejahatan remaja itu—tetapi segala agresi yang tak tersalurkannya kerap diwujudkan dalam kegiatan kompetisi. He's a freakishly vicious competitor: klub debat diikutinya; tiap lomba lari diikutinya hingga ia dapat menghasilkan berpuluh-puluh trofi. Dan apa yang dipikirkannya—sebagai remaja yang mulai kehilangan pijakan—selalu berfokus pada dirinya. Dirinya, dirinya, dirinya. Apatis dalam melihat penderitaan orang lain, dan cenderung menyindir mereka-mereka yang dianggapnya terjerumus dalam lubang yang diciptakannya sendiri. Latar Belakang Benjamin Ignacio Martinez, ayah dari Oscar, tidak berniat untuk memulai keluarga, sesungguhnya. Masa depannya terlalu cerah untuk segera memulai keluarga; ia adalah seorang quarterback yang mendapatkan beasiswa untuk berkuliah di Albequerque. Tetapi, memang, kehidupan punya selera humor tersendiri yang acapkali membuatmu pening: lelaki ini tanpa disengaja berhubungan seksual dengan seorang cheerleader bernama Sarah Weller pada pesta homecoming di tahun kedua kuliahnya. Keduanya, saat itu, tengah mabuk. Dan skandal seperti ini, menjadi bagian gosip dari kota kecil T & C. Thus, they married. Dan lahirlah, Oscar Benjamin Martinez. Benjamin, yang sesungguhnya telah mengharapkan untuk `keluar` dari T & C, terpaksa kembali dan membiayai keluarganya, karena itulah yang harus dilakukan seorang pria sejati. Benjamin membuka sebuah bengkel kecil untuk membiayai keluarganya, menyambi sekaligus sebagai assistent coach tim futbol sekolahnya dulu. Sementara itu, Sarah memutuskan untuk sepenuhnya hidup sebagai seorang ibu rumah tangga. `Kecelakaan` kecil itu meninggalkan sebuah hidup yang terlalu sunyi. Namun, itu semua, tidak sama dengan menyenangkan. Dan ya. Oscar akan menjadi pemburu pertama dalam garis keturunannya. Visualisasi DIPERANKAN OLEH LUCAS MUTINELLI (LINK!) Contoh Roleplay Apa yang diyakininya adalah ia tidak mungkin tengah berhalusinasi di siang bolong. Dan pendengarannya masih bekerja dengan efektif. Satu-satunya kesimpulan yang bisa ditarik: apa yang baru saja dibicarakan lelaki ini yang tak masuk akal. Masih berdiri, Oscar menelengkan kepala sejenak, mengamati si tamu yang duduk pada sofa yang telah sedikit berdebu. Hmm. Entah selera humor pria asing ini yang semestinya direparasi, atau memang otak pria asing tersebut yang sudah gegar. Sayangnya, lelaki itu menginjak tempat yang salah. Bangunan kecil di sebelah kediaman Martinez memang menjadi langganan para warga T & C untuk mereparasi mobil, namun kuliah medis Benjamin sayangnya keburu terhenti karena kecelakaan yang melibatkan minuman keras. Well. Pemuda Martinez sesungguhnya sudah terbiasa berurusan dengan omong-kosong belaka. Tutup telingamu dan abaikan hingga mereka betul-betul enyah dan menghilang dari jarak pendengaran. Para pembual butuh seorang pendengar, entah untuk menyindir ataupun untuk bersorak. Ia bisa berpura-pura membaca novel Of Mice and Men yang masih ada di genggamannya, mengacuhkan tawaran hingga lelaki itu enyah dari ruang tamu kediaman Martinez. Namun, alis matanya samar-samar terangkat tipis. Pemburu. Pemburu makhluk-makhluk fantastis yang kau kira hanya ada pada lembar komik. What a big, fat lie. And yet. If it is a lie. What a fantastic lie. Of Mice and Men diletakkan di atas meja ruang tamu. Mata coklatnya bersua dengan sepasang mata si asing. "Mau limun, Tuan?" Matahari sedang terik-teriknya. Kau tidak dapat mendongeng dengan suara yang serak, betul? Ia hendak mendengarkannya. Sebagai tipuan, mungkin itu terdengar konyol, tetapi toh dirinya sesekali ingin eskapis. Dan kalau sangkanya tepat, kisah pemburu itu terdengar lebih menarik daripada menghabiskan Of Mice and Men untuk tugasnya. (Dan, yeah, tak perlu bilang-bilang: bahwa kisah dimana kau bisa melihat hal-hal fantasis seperti ini, selalu terasa lebih personal dengan dirinya daripada yang kau kira.) Catatan Staff APPROVED Edited by Oceanated, Aug 21 2016, 05:24 AM.
|
![]()
|
| Quote ^^^ | Offline Profile |
| Post #25 Aug 21 2016, 02:04 AM | Jacelyn McCartney |
|
Registrasi Karakter TERM BETA / KUOTA: KARAKTER LANJUTAN NAMA Jacelyn McCartney JENIS KELAMIN Perempuan TEMPAT KELAHIRAN Santa Cruz, California TANGGAL LAHIR 4 Maret 1978 Catatan Karakter TAHUN MASUK ORDO 1991 USIA MASUK ORDO 13 tahun SPESIALISASI PERTEMPURAN Tentang Karakter Rambut bersurai pirang kecoklatan, bermata biru, memiliki tinggi di atas rata-rata untuk gadis seusianya. Gadis yang terlihat tenang dan berbicara seperlunya. Keras kepala, mandiri, dan sewaktu-waktu bisa berbicara sarkas kepada orang yang berlawanan atau bermaksud menantangnya. Sejak kecil telah berlatih bela diri dan menggunakan senjata dari ayahnya yang juga pemburu. Latar Belakang Terlahir dari keluarga yang menjadi pemburu secara turun temurun membuatnya telah berlatih untuk menjadi pemburu. Sesekali ia akan mengikuti ayahnya yang pergi ke hutan, berburu hewan-hewan jinak untuk dijadikan santapan di rumah. Visualisasi DIPERANKAN OLEH SAOIRSE RONAN (LINK!) Contoh Roleplay Ia melenggang keluar rumah dengan tenang, membawa serta senapan angin milik ayahnya yang biasanya mereka gunakan saat pergi ke hutan untuk “bermain” dan pergi tanpa pamit kepada orang di rumahnya. Ia hanya tinggal bertiga dengan ayah dan dua orang kakak perempuannya, Brianna dan Katelyn. Ayahnya sedang tidak ada di rumah, sementara kedua kakaknya tampak sedang sibuk di dapur. “Jacey, jangan pergi ke hutan sendirian! Ayah telah melarangmu pergi tanpa seizinku.” Lucu, ia selalu curiga Brianna diberkati dengan kemampuan membaca pikirannya. Ia menghentikan langkahnya, menoleh ke belakang dan mengangkat sebelah tangannya. “Ayah sudah mengizinkanku.” Bohong, tentu saja. “Kau tidak perlu lagi berburu, kami telah selesai memasak—“ “Brianna, aku tidak akan berburu rusa atau kelinci lagi. Membosankan. Aku akan mencari manusia srigala.” Kalimat terpanjangnya hari ini, dan ia perlu diapresiasi untuk kejujurannya. “Kau! Tahun ini kau telah terpilih menjadi pemburu, pemburu sungguhan. Jika kau ingin menangkap monster itu kau harus berlatih.” “Oh really?” Ia berjalan mendekat, demi mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh kakaknya. Catatan Staff APPROVED Edited by Oceanated, Aug 21 2016, 05:29 AM.
|
★
|
| Quote ^^^ | Offline Profile |
| Post #26 Aug 21 2016, 08:07 AM | Kasimir Gottschalk |
|
Registrasi Karakter TERM BETA / KUOTA: KARAKTER LANJUTAN NAMA Kasimir Omar Gottschalk JENIS KELAMIN Laki-laki TEMPAT KELAHIRAN San Diego, California TANGGAL LAHIR September 18th, 1973 Catatan Karakter TAHUN MASUK ORDO 1987 USIA MASUK ORDO 13 tahun SPESIALISASI PERTEMPURAN Tentang Karakter Sebagai anak pertama dari garis keluarga pemburu keturunan Jerman-Mesir yang panjang, ekspektasi yang ada di bahu Kaz sangatlah besar. Namun, ia dianggap terlalu lemah, terkadang. Sejak kecil, ia terus-terusan dibandingkan dengan sang adik yang lebih cerdik—sehingga ia senang membahayakan dirinya untuk membuktikan diri, sampai bisa terlihat gegabah dan suicidal di mata orang lain; walaupun begitu, hubungannya dengan Malik sangat baik. Walau di luar sikapnya terlihat ramah kepada orang banyak, Kaz adalah seorang yang pendendam dan manipulatif. Ia bisa disebut adrenaline junkie—ia merasa hampa ketika hidupnya tidak diisi dengan pertempuran. Kulit Kaz berwarna zaitun, sedangkan matanya berwarna hijau terang; ia punya sedikit pincang yang tidak mengganggunya sama sekali. Ia fasih menggunakan dua bahasa asing: Mesir dan Iran. Latar Belakang Pernikahan dua keluarga imigran Jerman bercampur Mesir yang merupakan pemburu menghasilkan dua anak yang akan tumbuh menjadi sepasang saudara yang setia pada satu sama lain: Kasimir dan Malik. Kasimir, sebagai anak pertama, hidup sebagai anak yang selalu mengecewakan orangtuanya. Setiap usaha yang diberikannya, mereka selalu anggap tidak cukup. Sementara, Malik-lah si anak emas, dipuji-puji dan dipuja, karena kecerdikannya. Hal ini membuat hubungan Kaz dengan orangtuanya buruk, dan ia menghindari hal apapun yang membuatnya bisa bertemu dengan Kunigunde Gottschalk dan Lobna Tharwat; walaupun begitu, Kaz senang dan setia menjaga sang adik. Dalam salah satu aksinya mencoba mengagumkan orangtuanya, ia pernah terjatuh dari ketinggian; untungnya waktu itu luka yang dideritanya hanyalah patah tulang. Namun, kaki kanannya tidak sembuh sepenuhnya; ia menderita sedikit pincang disana, sejauh ini, luka itu belum pernah mengganggunya selama bertempur. Visualisasi DIPERANKAN OLEH RAMI MALEK (LINK!) Contoh Roleplay Tick, tock, tick, tock... Jam tua di ruang tamunya mungkin menunjukkan waktu, tapi hal pertama yang kakek tua ini tunjukkan bukanlah waktu dalam arti yang diketahui orang lain, namun waktu dalam keluarga Gottschalk: kapan mereka harus menghadap kedua orangtua mereka, kapan mereka harus makan, kapan mereka harus berlari keliling rumah mereka. Kaz selalu mencoba mengikuti rutinitas ini dengan baik. Telinganya selalu terangkat mencoba mendengar dan menghitung tiap detik sampai jam itu berbunyi. Malam itu, jam berbunyi tujuh kali. Maka, bocah ini melesat dari kamarnya kepada ruang keluarga, dimana keluarga mereka sering memindahkan makan malam mereka dari meja kesana. Ketika kakinya memijak lantai, sang adik sudah duduk bersila di karpet, di hadapan kedua orangtuanya. Kaz mengikuti. Ia mengadah ke arah Kunigunde dan Lobna, mencoba tidak mengacuhkan pandangan mereka yang sudah normal diterimanya walau bisa membuat orang lain bergidik. Lobna berdeham. "Kasimir," suaranya menenangkan, namun selalu mempunyai ketajaman sendiri tiap kali mengucapkan nama Kaz, "dan Malik, latihan yang sudah susah payah kalian jalani selama kehidupan kalian akan segera terbayangkan. Tahun ini, Kasimir akan menjadi pemburu, seperti yang sudah kami ceritakan dulu." Ia menoleh ke arah Malik, suaranya melembut. "Dan kamu menyusul, nantinya. Kau masih terlalu kecil, sayangku." Kaz menoleh sedikit ke arah adiknya, yang berbinar mendengarnya. Ia sendiri bisa merasakan jantungnya berlari cepat, karena kesenangan, karena semangat, ia tidak tahu; ia hanya tahu aliran darahnya menjadi cepat. Lobna terus-terusan berbicara setelahnya, menceritakan berbagai macam cerita soal sejarah keluarga mereka, sejarah mereka berdua, diantara yang lain... namun pikiran Kaz hanya satu— —ia ingin apresiasi orangtuanya. Bagaimanapun caranya. Catatan Staff APPROVED Edited by Jaywalker, Aug 21 2016, 01:13 PM.
|
★
|
| Quote ^^^ | Offline Profile |
| Post #27 Aug 21 2016, 09:56 AM | Amanda Carlton |
|
Registrasi Karakter TERM BETA / NON-KUOTA NAMA Amanda Lynn Robbins JENIS KELAMIN Perempuan TEMPAT KELAHIRAN Oakland, California TANGGAL LAHIR 1 Maret 1981 Tentang Karakter Amanda Robbins adalah seorang gadis yang sangat lemah lembut dan begitu memperhatikan penampilan. Bukan berarti ia sosok yang prefeksionis, namun ia hanya ingin terlihat pantas sebagai seorang anak gadis yang sebentar lagi puber. Memiliki surai pirang kotor sebahu yang biasa digerai serta dua iris kelabu pada mata yang agak sayu. Serta dua kaki jenjang yang membuat tingginya sedikit di atas gadis-gadis seusia. Penampilannya sangat menunjukkan bahwa Amanda adalah gadis lembut dan, oh, perasa. Latar Belakang Amanda Robbins hidup normal seperti anak gadis lainnya—tidak memiliki konflik internal dalam keluarga atau apapun itu. Hanya saja ia dibesarkan dalam keluarga kecil Robbins hanya bersama seorang kakak lelaki. Ayah dan ibunya pergi ketika Amanda berusia tujuh tahun, dan sampai detik ini mereka belum kunjung menemui putrinya lagi. Ingin mengikuti jejak orangtuanya, sang kakak pun akhir-akhir ini sering meninggalkan Amanda sendirian. Sebab itulah ia sering menonton acara-acara di televisi yang menampilkan hal berbau keibuan hingga perangainya lembut dan pengasih seperti ini. Visualisasi DIPERANKAN OLEH ROSIE TUPPER (LINK!) Contoh Roleplay Sore hari di musim semi, Amanda Robbins melakukan kegiatannya yang biasa. Tidak ada hal spesial kali ini. Begitupun pada hari esok dan seterusnya. Ia melangkah ke kamarnya. Duduk di depan cermin dan kembali bermain dengan surai pirang kotornya. Seulas senyum terbit pada bibirnya manakala jemari mulai memilin beberapa jumput surai di belakang kepala. Matanya terpejam seolah gadis ini begitu menikmati tiap-tiap pilinan surai pada jemarinya. Bahunya merosot, tidak sebuah pertanda ia sedang kecewa, tetapi karena bergoyang-goyang lembut mengikuti simponi di dalam kalbunya. Entah zat apa yang selalu merasukinya ketika ia melakukan hal semacam ini. Yes, Amanda doesn't need drugs. Pintu kamar diketuk, membuatnya menoleh dan menurunkan pilinan pada surainya. "Masuklah," ujarnya singkat. Kembali ia menatap bayangannya pada cermin. Dilihatnya sebuah cepol kecil di atas kepala. Dan sesosok lelaki yang melangkah mendekatinya dari belakang. "Ada apa?" "Sudah waktunya." Amanda Robbins mengernyit tak mengerti. Ia memutar posisi duduknya hingga dua iris kelabunya sanggup menatap raga lelaki itu. "Waktu untuk apa?" "Waktu untuk kau tak lagi aku tinggal sendirian di rumah, dan terus berkutat dengan segala hal berbau kecantikkan." Kakak lelakinya memang pernah berjanji seperti itu. Pada awalnya Amanda hanya memanggapnya sebagai lelucon. Tetapi dinginnya nada yang terucap membuat gadis itu yakin bahwa sang kakak tak sedang bercanda. Sore hari di musim semi, Amanda Robbins melakukan kegiatannya yang biasa. Tidak ada hal spesial kali ini. Begitupun pada hari esok dan seterusnya—hingga pada akhirnya nada dingin diserukan dan merubah segalanya. Catatan Staff Nama belakang sama dengan nama karakter yang sudah ada (Jack Robbins). Apakah ada relasi dengan karakter tersebut? Jika tidak, apakah sudah mendapatkan ijin yang bersangkutan? Jika tidak mohon mengganti nama belakang karakter. Terima kasih. Edited by Jaywalker, Aug 21 2016, 01:20 PM.
|
|
| Quote ^^^ | Offline Profile |
| Post #28 Aug 21 2016, 11:01 AM | Rosalind Miller |
|
Registrasi Karakter TERM BETA / KUOTA: KARAKTER LANJUTAN NAMA Rosalind Alexa Miller JENIS KELAMIN Perempuan TEMPAT KELAHIRAN California TANGGAL LAHIR 26 Februari 1975 Catatan Karakter TAHUN MASUK ORDO 1988 USIA MASUK ORDO 13 SPESIALISASI Penyembuhan Tentang Karakter Rambut merah gelap dan mata hijau dari ayahnya, tubuh kecil namun semok dari ibunya. Fierce little thing. Ototnya cukup terbentuk dan tubuhnya fleksibel. Terlatih untuk pertarungan sejak kecil meskipun spesialisasinya tak menuntut demikian. Loves dressing up, dan termasuk gemar bereksperimen. Bubbly saat suasana hatinya baik, pouty saat sedang tak senang. Sepenuh hati baik dalam mencintai maupun membenci, kesulitan mengambil jalan tengah. Sebagian besar waktu hidup dalam dunia dan peraturannya sendiri. Latar Belakang Rosalind sudah lama yatim piatu dan dibesarkan oleh kakeknya seorang diri sejak usia lima tahun. Bahkan sebelum kemampuannya sebagai pemburu sepenuhnya muncul ia sudah dilatih dengan ketat oleh sang kakek, terutama untuk pertarungan. Namun demikian, karena sebuah kecelakaan yang terjadi pada tahun pertamanya di Ordo, sekaligus penyebab kakeknya terpaksa pensiun, Rosalind memutuskan untuk mengambil spesialisasi penyembuhan. Visualisasi DIPERANKAN OLEH EMILIA CLARKE (LINK!) Contoh Roleplay "Sudah siap untuk Ordo, Rose?" Suatu petang, di tengah makan malam dengan menu lasagna yang sedikit gosong, Robert Miller bertanya pada cucunya. Dan gadis itu hanya bengong selama setengah menit lamanya. Lupa sama sekali gadis mawar itu kalau tiga hari lalu ia genap berusia tiga belas. Genap memenuhi persyaratan untuk mengabdi pada Ordo ketika malam itu ia melihat troll untuk pertama kalinya. "Umm, yea, sure. It'll be fun." Jawaban apa yang bisa diharapkan dari seorang anak tiga belas tahun? Secara fisik maupun kemampuan, Rosalind Miller lebih dari siap berkat sang kakek yang siang malam tak letih-letihnya melatih Rose kecil. Tapi secara mental? Masih perlu waktu dan pengalaman lebih sebelum ia mengerti benar beratnya tanggung jawab dan konsekuensi dari sumpah yang akan ia ambil. Sesuatu yang sewajarnya membuat sosok orang tua atau guru manapun khawatir. Namun Robert hanya tertawa terbahak. "Bwahhahahah!! 'Attagirl!" Rosalind pun menyeringai sama lebar. "Aku akan membuatmu bangga, Gramps. Just wait and see." Dan makan malam mereka pun berlanjut dengan suasana sama riang, seolah yang baru saja dibicarakan sama menyenangkannya dengan pergi berkemah untuk liburan musim panas. Catatan Staff APPROVED Edited by Jaywalker, Aug 21 2016, 01:19 PM.
|
![]()
★★
|
| Quote ^^^ | Offline Profile |
| Post #29 Aug 21 2016, 04:22 PM | Miquel Eaton |
|
Registrasi Karakter TERM BETA / NON-KUOTA NAMA Marquis Cillian Eaton JENIS KELAMIN Laki-Laki TEMPAT KELAHIRAN Ferndale, California TANGGAL LAHIR 7 Februari 1981 Tentang Karakter Marquis mempunyai lidah yang cukup tajam, yang sering kali menempatkan dia dalam kesulitan, baik dengan teman-temannya maupun patron panti asuhan. Tidak takut untuk mengucapkan apa yang dipikirkannya, Marquis memiliki reputasi sebagai seorang yang blak-blakan. Tingginya memang sedikit di bawah rata-rata, tetapi Marquis dapat menjaga dirinya sendiri dalam pertarungan. Sesuatu yang dipelajarinya di kegiatan ekstrakulikuler sekolah. Dengan rambut hitam yang sedikit ikal dan juga mata coklat tua, sulung Eaton ini sangat sayang dengan adiknya, Megan, yang juga adalah satu-satunya anggota keluarga yang dikenalnya. Walaupun demikian, Marquis tidak akan ragu-ragu untuk menggoda adiknya itu saat kesempatan menampakan diri. Latar Belakang Marquis Eaton tinggal di Saint Joseph Children's Home, sebuah panti asuhan di Ferndale, California. Pada akhir musim dingin tahun 1985, Marquis yang saat itu berusia empat tahun ditemukan bersama dengan adiknya, Megan Eaton, oleh pekerja di panti asuhan di teras bangunan. Tidak ada informasi lain yang ditinggalkan bersama keduanya, kecuali nama mereka berdua dan juga tanggal lahir. Marquis sendiri tidak mengingat apapun mengenai kedua orang tuanya. Kehidupannya berputar di antara sekolah, kegiatan ekstrakulikuler (bela diri dan sepak bola) dan juga panti asuhan. Marquis kecil sering membayangkan bahwa suatu hari, kedua orang tuanya akan menjemputnya dan Megan, membawa mereka pergi dari panti asuhan untuk kembali tinggal bersama dengan kedua orang tua mereka. Bertahun-tahun berlalu dengan tanpa kabar, Marquis meninggalkan mimpinya itu dan memilih untuk berkonsentrasi akan masa depannya. Walaupun keinginan untuk mengetahui siapa kedua orang tuanya masih ada dalam hatinya. Visualisasi DIPERANKAN OLEH SKANDAR KEYNES (LINK!) Contoh Roleplay Marquis Cillian Eaton — kini berusia empat belas tahun — tersentak dari tidurnya. Mata coklat tuanya melihat sekelilingnya selagi tangannya mendorong tubuhnya ke posisi duduk. Mengenali kamar yang ditempatinya bersama dengan tiga orang anak laki-laki lainnya, Marquis menghela nafas lega. Membiarkan tubuhnya jatuh ke belakang, pikirannya sekali lagi tertuju pada mimpi yang dilihatnya tadi. Mimpi yang masih membuat bulu kuduknya berdiri saat dia mengingatnya. Dia bermimpi berada di kelasnya di sekolah, berjalan bersama dengan teman-temannya seperti biasa, ketika tiba-tiba seekor serigala menutupi jalan mereka. Seekor serigala yang dia yakin jauh lebih besar daripada serigala-serigala lain pada umumnya. Langkahnya terhenti, memandang binatang buas dengan taring besar itu dengan mata membelalak. Kaki kirinya melangkah ke belakang dan tiba-tiba, hanya ada dia dan juga serigala ganas itu di lorong sekolah. Tanpa membuang waktu, Marquis membalikkan badannya dan berlari sekuat tenaga, suara gerangan serigala yang semakin mendekat itu menjadi dorongan untuk berlari lebih kencang. Melihat pintu di depannya, Marquis berlari masuk dan mengunci pintu di belakangnya, hanya untuk bertatap muka dengan beberapa orang yang wajahnya tidak dapat dia ingat. Salah seorang dari mereka berjalan mendekatinya. Terjebak di antara serigala dan sekelompok orang asing, Marquis hanya dapat berdiri terpaku di tempat. "Come join us." "Who are you?" Suaranya sedikit bergetar. "You are one of us," suara-suara lain ikut berbisik. "You are a hunter." Marquis mengernyitkan dahinya, mendorong ingatan tentang mimpi anehnya itu jauh-jauh dari benaknya. Mencari posisi yang lebih nyaman di kasurnya, anak laki-laki berambut hitam itu memejamkan matanya. He knew eating that extra serving of shepherd pie was a bad idea. Catatan Staff BIARKAN KOSONG |
|
| Quote ^^^ | Offline Profile |
| Post #30 Aug 21 2016, 07:42 PM | Amanda Carlton |
|
Registrasi Karakter TERM BETA / NON-KUOTA NAMA Amanda Lynn Carlton JENIS KELAMIN Perempuan TEMPAT KELAHIRAN Oakland, California TANGGAL LAHIR 1 Maret 1981 Tentang Karakter Amanda adalah seorang gadis yang sangat lemah lembut dan begitu memperhatikan penampilan. Bukan berarti ia sosok yang prefeksionis, namun ia hanya ingin terlihat pantas sebagai seorang anak gadis yang sebentar lagi puber. Memiliki surai pirang kotor sebahu yang biasa digerai serta dua iris kelabu pada mata yang agak sayu. Serta dua kaki jenjang yang membuat tingginya sedikit di atas gadis-gadis seusia. Penampilannya sangat menunjukkan bahwa Amanda adalah gadis lembut dan, oh, perasa. Latar Belakang Amanda hidup normal seperti anak gadis lainnya—tidak memiliki konflik internal dalam keluarga atau apapun itu. Hanya saja ia dibesarkan hanya bersama seorang kakak lelaki. Ayah dan ibunya pergi ketika Amanda berusia tujuh tahun, dan sampai detik ini mereka belum kunjung menemui putrinya lagi. Ingin mengikuti jejak orangtuanya, sang kakak pun akhir-akhir ini sering meninggalkan Amanda sendirian. Sebab itulah ia sering menonton acara-acara di televisi yang menampilkan hal berbau keibuan hingga perangainya lembut dan pengasih seperti ini. Visualisasi DIPERANKAN OLEH ROSIE TUPPER (LINK!) Contoh Roleplay Sore hari di musim semi, Amanda Carlton melakukan kegiatannya yang biasa. Tidak ada hal spesial kali ini. Begitupun pada hari esok dan seterusnya. Ia melangkah ke kamarnya. Duduk di depan cermin dan kembali bermain dengan surai pirang kotornya. Seulas senyum terbit pada bibirnya manakala jemari mulai memilin beberapa jumput surai di belakang kepala. Matanya terpejam seolah gadis ini begitu menikmati tiap-tiap pilinan surai pada jemarinya. Bahunya merosot, tidak sebuah pertanda ia sedang kecewa, tetapi karena bergoyang-goyang lembut mengikuti simponi di dalam kalbunya. Entah zat apa yang selalu merasukinya ketika ia melakukan hal semacam ini. Pintu kamar diketuk, membuatnya menoleh dan menurunkan pilinan pada surainya. "Masuklah," ujarnya singkat. Kembali ia menatap bayangannya pada cermin. Dilihatnya sebuah cepol kecil di atas kepala. Dan sesosok lelaki yang melangkah mendekatinya dari belakang. "Ada apa?" "Sudah waktunya." Amanda Carlton mengernyit tak mengerti. Ia memutar posisi duduknya hingga dua iris kelabunya sanggup menatap raga lelaki itu. "Waktu untuk apa?" "Waktu untuk kau tak lagi aku tinggal sendirian di rumah, dan terus berkutat dengan segala hal berbau kecantikkan." Kakak lelakinya memang pernah berjanji seperti itu. Pada awalnya Amanda hanya memanggapnya sebagai lelucon. Tetapi dinginnya nada yang terucap membuat gadis itu yakin bahwa sang kakak tak sedang bercanda. Sore hari di musim semi, Amanda Carlton melakukan kegiatannya yang biasa. Tidak ada hal spesial kali ini. Begitupun pada hari esok dan seterusnya—hingga pada akhirnya nada dingin diserukan dan merubah segalanya. Catatan Staff APPROVED ps: sudah post di topik pergantian nama Edited by Jaywalker, Aug 21 2016, 10:25 PM.
|
|
| Quote ^^^ | Offline Profile |
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
![]() Join the millions that use us for their forum communities. Create your own forum today. Learn More · Sign-up for Free |
|
| Go to Next Page | |
| « Previous Topic · Registrasi Karakter · Next Topic » |








