WELCOME TO NIGHTFALL |
|
Buku Panduan Daftar Visualisasi Panduan Pemula Peraturan Pembuatan Karakter Pelayanan Karakter Jadwal Kegiatan |
![]() |
HOT NEWS [!] Teknis out-RP! Announcement _____________ TWITTER: @NIGHTFALL_RPF |
| Registrasi Karakter Term Beta; TIMELINE 1996 - 1997 | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Aug 17 2016, 01:16 PM (1,353 Views) | |
| Post #1 Aug 17 2016, 01:16 PM | Oceanated |
PANDUAN REGISTRASI
[1] Karakter Lanjutan adalah karakter yang bukan pemburu baru. InRP sudah bergabung dengan ordo pada tahun-tahun sebelumnya namun Out-RP baru bergabung dengan ordo tahun ini. Karakter ini, singkatnya, boleh dianggap pemburu yang lebih senior dibandingkan pemburu-pemburu baru non-kuota. ETA: Usia karakter lanjutan. Edited by Jaywalker, Aug 19 2016, 01:54 PM.
|
|
| Quote ^^^ | Offline Profile |
| Replies: | |
|---|---|
| Post #41 Aug 25 2016, 04:17 PM | Alcie Rivera |
|
Registrasi Karakter TERM BETA / NON-KUOTA NAMA Alcie Isadore Rivera JENIS KELAMIN Perempuan TEMPAT KELAHIRAN Oakland, California TANGGAL LAHIR 28 Juli 1981 Tentang Karakter Dara berambut pirang panjang ini merupakan anak perempuan tipikal Amerika. Manja, periang dan juga, seperti remaja pada umumnya, mengidolakan deretan artis Hollywood. Mengetahui takdirnya sebagai pemburu tidak menghentikannya untuk berusaha menjalani hidupnya senormal mungkin yang dia bisa. Mengetahui bahwa sepupunya, Xander, sangat menghargai perempuan, Alcie tidak akan ragu-ragu untuk merengek kepada kakak sepupunya saat kedua orang tuanya tidak memberikannya sesuatu. Alcie memanfaatkan mata hijau zamrudnya dan juga tingginya yang rata-rata bagi remaja seumurannya untuk sering kali 'meminta' bantuan orang lain untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Waktunya terlalu berharga untuk perkerjaan tidak penting. Boneka-bonekanya memerlukan perhatiannya! Latar Belakang Sebagai anak tunggal dari pasangan pemburu, Alcie mengetahui dari usia muda bahwa ia juga akan memiliki takdir yang sama. Merasa bahwa hidupnya berada di luar tangannya, Alcie kecil memberontak sekuat tenaga. Mengamuk saat keinginannya tidak terpenuhi, menolak keras-keras untuk mengikuti latihan yang direncanakan kedua orang tuanya dan memilih untuk menjadi sefeminin mungkin yang dia bisa. Merasa terkekang di rumahnya sendiri, Alcie sering kali melarikan diri dari rumahnya di Oakland dan menginap di rumah sepupunya, Xander, di San Fransisco, yang terletak cukup berdekatan satu sama lain. Setelah bertahun-tahun mencoba, kedua orang tuanya akhirnya menyerah untuk berusaha mendidik putri mereka menjadi pemburu dan membiarkannya berbuat sesuka hati,berharap bahwa keluarga Cadwallader akan lebih sukses daripada mereka untuk memaksa Alcie untuk menerima takdir dan tugasnya sebagai seorang pemburu. Visualisasi DIPERANKAN OLEH CHLOE MORETZ (LINK!) Contoh Roleplay Katanya, nasib dan takdir itu tidak jauh berbeda. Untuk Alcie Rivera, keduanya adalah sesuatu yang berbeda. Memang takdir menggariskannya sebagai seorang pemburu, tidak demikian dengan nasib yang akan dijalaninya. Tepatnya, gadis Rivera ini akan membuat nasib yang diinginkannya sebagai seorang gadis yang telah berada dalam usia remaja berusia empat belas tahun. Mencari jati diri, bukannya mencari makhluk yang seharusnya tidak ada di muka bumi ini. Sayang, umurnya masih terlalu muda untuk berdiri diatas kakinya sendiri. "Aku tidak akan pergi kesana!" "Itu sudah kewajibanmu. Pergilah." "Tidak akan, Mum, Dad! Maafkan aku!" Blakk. Pintu kamarnya tertutup, Alcie kembali ke dalam keheningan dimana dunia miliknya berada. Memeluk boneka panda, gadis itu terlelap dalam mimpi buruknya. Damien Cadwallader menculik Alcie, membawanya ke Estate tempat Ordo bernanung. Hebatnya, mimpi dan kenyataan berjalan selaras. Saat gadis itu membuka mata, yang dilihatnya bukanlah kamar kecilnya. |
|
| Quote ^^^ | Offline Profile |
| Post #42 Aug 25 2016, 10:09 PM | Alcie Rivera |
|
Registrasi Karakter TERM BETA / NON-KUOTA NAMA Alcie Isadore Rivera JENIS KELAMIN Perempuan TEMPAT KELAHIRAN Oakland, California TANGGAL LAHIR 28 Juli 1981 Tentang Karakter Dara berambut pirang panjang ini merupakan anak perempuan tipikal Amerika. Manja, periang dan juga, seperti remaja pada umumnya, mengidolakan deretan artis Hollywood. Mengetahui takdirnya sebagai pemburu tidak menghentikannya untuk berusaha menjalani hidupnya senormal mungkin yang dia bisa. Mengetahui bahwa sepupunya, Xander, sangat menghargai perempuan, Alcie tidak akan ragu-ragu untuk merengek kepada kakak sepupunya saat kedua orang tuanya tidak memberikannya sesuatu. Alcie memanfaatkan mata hijau zamrudnya dan juga tingginya yang rata-rata bagi remaja seumurannya untuk sering kali 'meminta' bantuan orang lain untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Waktunya terlalu berharga untuk perkerjaan tidak penting. Boneka-bonekanya memerlukan perhatiannya! Latar Belakang Sebagai anak tunggal dari pasangan pemburu, Alcie mengetahui dari usia muda bahwa ia juga akan memiliki takdir yang sama. Merasa bahwa hidupnya berada di luar tangannya, Alcie kecil memberontak sekuat tenaga. Mengamuk saat keinginannya tidak terpenuhi, menolak keras-keras untuk mengikuti latihan yang direncanakan kedua orang tuanya dan memilih untuk menjadi sefeminin mungkin yang dia bisa. Merasa terkekang di rumahnya sendiri, Alcie sering kali melarikan diri dari rumahnya di Oakland dan menginap di rumah sepupunya, Xander, di San Fransisco, yang terletak cukup berdekatan satu sama lain. Setelah bertahun-tahun mencoba, kedua orang tuanya akhirnya menyerah untuk berusaha mendidik putri mereka menjadi pemburu dan membiarkannya berbuat sesuka hati,berharap bahwa keluarga Cadwallader akan lebih sukses daripada mereka untuk memaksa Alcie untuk menerima takdir dan tugasnya sebagai seorang pemburu. Visualisasi DIPERANKAN OLEH CHLOE MORETZ (LINK!) Contoh Roleplay Katanya, nasib dan takdir itu tidak jauh berbeda. Untuk Alcie Rivera, keduanya adalah sesuatu yang berbeda. Memang takdir menggariskannya sebagai seorang pemburu, tidak demikian dengan nasib yang akan dijalaninya. Tepatnya, gadis Rivera ini akan membuat nasib yang diinginkannya sebagai seorang gadis yang telah berada dalam usia remaja berusia empat belas tahun. Mencari jati diri, bukannya mencari makhluk yang seharusnya tidak ada di muka bumi ini. Sayang, umurnya masih terlalu muda untuk berdiri diatas kakinya sendiri. "Aku tidak akan pergi kesana!" "Itu sudah kewajibanmu. Pergilah." "Tidak akan, Mum, Dad! Maafkan aku!" Blakk. Pintu kamarnya tertutup, Alcie kembali ke dalam keheningan dimana dunia miliknya berada. Memeluk boneka panda, gadis itu terlelap dalam mimpi buruknya. Damien Cadwallader menculik Alcie, membawanya ke Estate tempat Ordo bernanung. Hebatnya, mimpi dan kenyataan berjalan selaras. Saat gadis itu membuka mata, yang dilihatnya bukanlah kamar kecilnya. Catatan Staff APPROVED Edited by Jaywalker, Aug 27 2016, 09:24 AM.
|
|
| Quote ^^^ | Offline Profile |
| Post #43 Aug 26 2016, 06:00 AM | Olivia Woulfe |
|
Registrasi Karakter TERM BETA / NON-KUOTA NAMA Olivia Rose Woulfe JENIS KELAMIN Perempuan TEMPAT KELAHIRAN San Diego, CA TANGGAL LAHIR 10 Agustus 1980 Tentang Karakter Olivia memiliki tinggi dan berat badan yang ideal. Rambutnya berwarna brunette dan irisnya berwarna biru terang. Tatapannya tajam dan terkesan tidak bersahabat, membuat banyak orang segan untuk berbicara dengannya. Formal dan kaku, hampir setiap kata yang keluar dari mulutnya merupakan kata baku. Dibesarkan dengan didikan keluarga Pemburu, Olivia sangat terbiasa menggunakan senjata, bukan berarti dia ahli. Pengetahuannya akan monster juga cukup luas untuk gadis seusianya. Tubuhnya penuh dengan bekas luka, menunjukkan betapa keras latihannya sejak dini. Singkatnya, sekilas tujuan hidup seorang Olivia Woulfe adalah untuk menjadi seorang pemburu. Tetapi di dalam hatinya, dia iri dengan bagaimana kebanyakan manusia biasa menjalani hidup mereka. Latar Belakang Keluarga Woulfe adalah salah satu keluarga pemburu dengan sejarah keluarga yang panjang. Orang tua Olivia menyandang status Pemburu Bebas di usia yang cukup muda karena mereka ingin membesarkan putri tunggal mereka menjadi Pemburu terbaik di California. Sebenarnya Olivia bukanlah putri yang mereka harapkan. Dari awal mereka selalu mengharapkan seorang anak laki-laki. Maka dari itu, masa kecil sang dara Woulfe banyak dihabiskan sendirian, ditelantarkan entah di tengah hutan lebat yang rumornya juga merupakan tempat favorit manusia serigala, atau di tengah pemakaman dimana ghul sering berkumpul. Dia harus mencari jalan pulang sendirian jika ingin bertahan hidup dan orang tuanya hanya mengamati dari jauh, berharap kemampuannya akan muncul di usia belia. Sayangnya butuh waktu cukup lama sebelum akhirnya Olivia menunjukkan kemampuannya. Visualisasi DIPERANKAN OLEH Alexandra Daddario (LINK!) Contoh Roleplay ”Akhirnya waktu yang kami nantikan tiba. Kamu akan bergabung dengan Orde Pemburu tahun ini.” Olivia menganggukkan kepalanya dengan patuh, tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Pagi itu keluarga Woulfe tengah menikmati sarapan mereka ketika sang kepala keluarga angkat bicara. Olivia sendiri baru menyelesaikan sesi latihan paginya; lari sepuluh kilometer. Tapi bukan sesi latihannya yang membuat titik keringat dingin muncul di dahinya, melainkan tanggung jawab yang baru saja dijatuhkan di pundaknya. Apakah ini mimpi? Benarkah momen yang sangat ditakutkannya sudah tiba? “Aku akan mencoba untuk tidak mengecewakanmu.” Balasnya setelah keheningan panjang yang memekakkan telinga. Bergabung dengan Orde Pemburu dengan mengemban nama keluarga ‘Woulfe’ adalah sebuah tanggung jawab basar. Orang tuanya dikenal sebagai pasangan Pemburu handal, otomatis ekspektasi mereka dan orang-orang di sekitarnya sangat tinggi akan kemampuan Olivia. ”Kamu tidak boleh mengecewakan kami.” “Aku berjanji akan mencoba sebaik mungkin.” Pandangannya terfokus pada piring berisi telur orak-arik, sosis dan roti panggang. Makanannya belum habis tetapi nafsu makannya sudah hilang. Penekanan di setiap kata yang diucapkan ibunya dan tatapan tajam ayahnya membangunkan dara Woulfe itu dari khayalannya. Ini semua nyata. Olivia Rose Woulfe akan bergabung dengan Orde Pemburu. Catatan Staff APPROVED Edited by Jaywalker, Aug 27 2016, 09:29 AM.
|
![]()
|
| Quote ^^^ | Offline Profile |
| Post #44 Aug 27 2016, 05:03 PM | Storm Andersen |
|
Registrasi Karakter TERM BETA / NON-KUOTA NAMA Storm Levi Andersen JENIS KELAMIN Laki-laki TEMPAT KELAHIRAN Davis, CA TANGGAL LAHIR 31 Desember 1980 Tentang Karakter Wajah tirus dibingkai dengan rambut kecoklatan dan mata biru yang menyiratkan ekspresi tegas. Menguasai Taekwondo sedari kecil, tapi kini acapkali menggunakan kemahirannya dalam bertaekwondo untuk menjadi seorang berandalan. Latar Belakang Storm merupakan generasi ketiga dari keluarga Andersen yang berimigrasi dari Denmark ke Amerika ketika Perang Dunia Kedua berkecamuk di Eropa. Pemilik mata biru itu bukan merupakan pemburu pertama di keluarga besar Ibunya. Ayahnya merupakan pialang saham di Wall Street dengan gaji yang tentu saja lebih dari cukup untuk membeli apartemen yang terletak di lokasi strategis di New York, dan liburan ke tempat-tempat yang diimpikan Storm di dunia. Bahkan busur panah pertamanya yang dibelikan oleh sang Ayah adalah yang terbaik yang dijual di toko sport tempat mereka pergi membeli. Sementara Ibunya sempat bekerja sebagai seorang Pramugari, mengikuti cita-cita masa kecilnya. Hanya kemudian memilih berhenti setelah kelahiran Sky, adik lelaki Storm. Sepanjang masa kecil Storm, kedua orangtuanya terlihat akur-akur saja, tanpa pertengkaran berarti. Tetapi rupanya hal semacam itu hanyalah seperti bom waktu. Gesekan-gesekan kecil kesalahpahaman antar Ayah dan Ibunya berujung pada pertengkaran hebat dan membuat Sky yang waktu itu baru berumur tiga tahun menangis amat keras. Hari ketika pertengkaran itu terjadi, Storm memaksa matanya terpejam dan memeluk Sky sambil menutup telinga adik kecilnya itu di sepanjang siang. Pertengkaran kedua orangtuanya baru berakhir setelah ruang tamu rumahnya berantakan dan Ibunya pergi meninggalkan mereka tanpa pesan apapun. Visualisasi DIPERANKAN OLEH LAURIE HARDING (LINK!) Contoh Roleplay Storm memandang kamar yang dulu pernah ditempati Ayahnya semasa muda dengan tak berminat. Koper besar yang memuat barang-barang yang dijejalkannya dengan enggan bahkan masih berada di bawah. Pemuda yang dalam hitungan bulan akan memasuki usia 16 tahun itu tak berniat untuk membantu Ayah dan Kakeknya untuk menggotong koper milknya menuju kamar dengan jendela menghadap matahari terbit itu. Perjalanan darat dari New York menuju Davis cukup melelahkan. Dengan jumlah uang fantastis yang tersebar di berbagai rekening beratasnamakan Frederik Andersen, Ayahnya jelas lebih dari mampu untuk membeli tiket kelas bisnis untuk mereka berdua. Tetapi pialang saham senior di Wall Street itu memutuskan untuk membawa Jeep-nya dan mengemudi sendirian menuju Davis. Perlahan kelelahan benar-benar menemuinya, dan sulung Andersen itu tertidur masih dengan pakaian lengkap. "Storm Andersen," sebuah suara dari sosok yang sama sekali asing baginya terdengar begitu dalam. Storm yakin, sosok itu jelas belum pernah ditemuinya sekalipun. Tapi kehadirannya membuat Andersen muda itu bergidik ngeri. "Kau seorang pemburu! Demi keselamatanmu kau harus ikut bergabung bersama kami." suara berat itu berbicara sekali lagi. Kalimatnya terdengar seperti titah yang tak bisa dibantah. Mata biru gelapnya menyiratkan emosi kompleks. Ketidakpercayaan, sedikit ketakutan, keingintahuan dan banyak campuran lainnya, setelah mendengar kalimat itu. Storm ingin bersuara, tetapi kalimat yang baru saja terlontar dari sosok asing itu memporak-porandakan pilihan katanya dan suaranya. "Storm, dear. Kau mimpi buruk?" suara asing itu kini berganti dengan suara familiar dan tepukan pelan tapi berulang di pundaknya. Pelan, Andersen muda itu membuka matanya, membiarkan matanya terbiasa dengan cahaya lampu kamar yang masuk secara sekalgius. "Tak apa-apa Gran, mungkin aku kelelahan." Storm membalas, suaranya kehilangan kepercayaan dirinya. "Mungkin kau butuh segelas cokelat panas, dan cookies." Neneknya tersenyum, jenis senyum yang tak bisa diartikan oleh seorang Storm. Pemilik mata biru itu memaksakan senyum tipis sebagai ucapan terimakasih. Storm sadar Neneknya adalah satu diantara sedikit orang yang tak memperlihatkan kekesalan atas tingkah Andersen muda itu. Atas dasar itulah Ayahnya memilih untuk mengirim Storm ke kota Davis yang tak segemerlap New York yang serba ada. Bukan malah memasukkannya ke Detention Center. Selepas pintu kamarnya ditutup pelan, mimpinya tadi kembali mengusik. Kalimat tentang keselamatannya yang terancam kembali terngiang di benaknya. Hanya saja kali ini Storm sadar kalau dirinya tak akan bisa memejamkan matanya setelah ini. Catatan Staff APPROVED Edited by Jaywalker, Aug 29 2016, 06:47 AM.
|
![]()
|
| Quote ^^^ | Offline Profile |
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Registrasi Karakter · Next Topic » |





