|
Yoshida Albert
|
Mar 29 2018, 11:03 PM
Post #1
|
|
- Posts:
- 29
- Group:
- 1st Year Student
- Member
- #134
- Joined:
- Mar 29, 2018
- Gender
- Male
- Hero Name
- Corona
- Quirk
- Taiyō Battery
- Battle Type
- Balanced Type
- STR/VIT/INT/AGI
- ☀ STR: 90+6 ☀ VIT: 10-6 ☀ INT: 10+6 ☀ AGI: 10-6
- HP/ATK/DEF
- ☀ HP: 600 ☀ ATK: 1d112+224 ☀ 1d8+16
- Trivia
- 187/70. Blonde curls. Obsidian eyes. Scar over the left eye.
|
▲

Yoshida Albert [One Piece - Sabo - Yoshida Albert] |
▲ Origin Berlin, Jerman
| ▲ Date of Birth 15 November 2078
| ▲ Hero Name Corona
| ▲ Quirk Taiyō Battery
| ▲ Appearance 187/70. Perawakan Albert cukup tinggi dan ramping. Rambutnya pirang keriting dan matanya hitam. Di sekitar mata kirinya ada sebuah bekas luka.
| ▲ Quirk's Description Albert mampu menyerap energi dari sinar matahari, menyimpannya di dalam tubuhnya, dan mengendalikan energi tersebut.
| ▲ Personality Albert adalah seorang thrill-seeker dan menyukai tantangan dan laga. Dia juga setia kawan dan akan berusaha untuk tidak mengingkari kata-katanya sendiri.
| ▲ Quirk's Limitation Quirk Albert membuatnya tergantung pada keberadaan matahari. Dengan demikian, meskipun dia masih dapat menggunakan kekuatannya di dalam ruangan atau saat malam hari, tetapi intensitasnya tidak sekuat saat pagi atau siang hari. |
▲ STR : 70+5
| ▲ VIT : 10-5
| ▲ INT : 10+5
| ▲ AGI : 10-5
| ▲ [Balanced Type]
| ▲ HP : 500
| ▲ ATK : 1d90+180
| ▲ DEF : 1d10+20
|
▲ Background Story Albert adalah anak sulung dari pasangan Pro Hero Yoshida Takeshi dan Klaudia Wegener. Sebagai buah hati dari Pro Hero aktif, Albert dan adik-adik perempuannya sudah tidak asing dengan laga kepahlawanan para Pro Hero sejak mereka kecil. Secara alami, ketika Albert masuk SMP, dia menyatakan keinginannya untuk melanjutkan "bisnis keluarga".
Baik Takeshi maupun Klaudia sebenarnya senang melihat antusiasme Albert, tetapi Takeshi memberikan sebuah tantangan terlebih dahulu kepada Albert muda: dia harus mahir berbahasa Jepang. Hal ini penting karena menurut Takeshi, institusi terbaik untuk mendidik seorang muda menjadi seorang Pro Hero yang berkualitas tidak lain dan tidak bukan adalah alma maternya dulu di Musutafu.
Selama dua tahun, Albert pun belajar bahasa Jepang dan mendekatkan diri dengan budaya negara asal ayahnya. Setelah dia lulus dari Hauptschule, Albert pun terbang dari Berlin ke negara asal ayahnya, siap untuk berjuang menjadi Pro Hero yang mumpuni. |
▼
|