Welcome Guest [Log In] [Register]


Pengumuman

WELCOME TO THE NEW VERSION OF INDOHOGWARTS



Nama karakter yang tidak/belum terdaftar dalam Daftar Visualisasi, tidak diluluskan pada Seleksi Asrama.



Wawancara dan pendaftaran siswa Auror dan Penyembuh sudah dibuka dan batas akhirnya adalah tanggal 18 November 2009





ICE; IndoHogwarts! 21—22 November 2009 di Parkir Timur Senayan. Lebih lanjut cek PENGUMUMAN



Indonesian Hogwarts Online Center :

House Point


Gryffindor has 425 points

Hufflepuff has 955 points

Ravenclaw has 535 points

Slytherin has 365 points
Viewing Single Post From: [RULES UPDATED]Biodata Karakter
Gloria A. Qualfrey
Member Avatar
Prefek Ravenclaw Tahun Keenam
[Nama -- Panggilan]: Gloria Alvyonne Dos Qualfrey--Gloria atau Glo

[Status Darah]: Pure blood

[Tempat dan Tanggal Lahir]: Lisbon 10 Januari 1968

[Suku Bangsa Karakter]: Portugis (ayah) - Belanda (ibu)

[Asrama]: Ravenclaw

[Tahun Masuk Hogwarts]: 1979

[Peliharaan]: --- Mengurus diri sendiri saja Glo malas, apalagi ngurus hewan peliharaan lol

[Tongkat sihir]: Birch, inti jantung Vipertooth

[Sapu terbang]: --

[Posisi di Tim Quidditch]: --


Latar Belakang Keluarga

[Nama Ayah]: Carlos Miguero Dos Qualfrey [pureblood]

[Nama Ibu]: Annemere Van Sneijder [pureblood]

[Nama Saudara]: Gretha Yvanne Dos Qualfrey [pureblood]

[Latar Belakang Keluarga]: Qualfrey adalah sebuah klan penyihir yang berpengaruh dan sempat mencapai masa kejayaannya pada masa berabad-abad yang lalu di daerah Mediterania dan sekitarnya, namun terpuruk pada 1,5 abad yang lalu. Gloria sendiri tidak tahu jelas apa penyebabnya, kemungkinan besar disebabkan karena melemahnya kemampuan penyihir-penyihir anggota keluarga Qualfrey, tumbuhnya pesaing di daratan itu, dan krisis ekonomi. Dan pada masa itu pula Margareth Qualfrey, salah seorang penyihir legendaris di klan itu mengeluarkan ramalannya seabad setelah itu--perlu diingat bahwa selepas Margareth Qualfrey meninggal, tidak ada lagi yang sanggup menggantikan kemampuan beliau dalam meramal, melihat masa depan, dan menjaga kokoh fondasi bernama kehidupan itu sampai akhirnya roboh setelah yang bersangkutan meninggal dunia di usianya yang kesembilan dekade.

"Qualfrey akan musnah tepat pada 7 generasi terhitung sejak sekarang jika keadaannya tidak bisa diperbaiki. Namun tidak demikian jika generasi ketiga setelahku memiliki kemampuan yang lebih dibanding generasi sebelumnya sehingga bisa membawa kejayaan kembali ke Qualfrey. Penyihir inisial GQ, angkat dan tunjukkan wajahmu, seluruh Qualfrey mengharapkan cahayamu,"

GQ, entah itu Gretha Qualfrey atau Gloria Qualfrey (kebetulan mereka lah yang setelah ditelusuri merupakan generasi ketiga setelah itu---sial bagi Glo). "Seluruh Qualfrey mengaharapkan cahayamu," Gloria khawatir ia tak mampu memenuhi harapan itu. Bagaimanapun, ia tak suka dengan segala tekanan-agar-menjadi-sempurna selalu disematkan padanya, terutama oleh orangtuanya.

Gloria sendiri baru mengetahui penjelasan tersebut dari ayahnya, tepatnya 4 tahun yang lalu, ketika sang ayah memutuskan untuk memboyong sekeluarga dari daratan Portugal menuju daratan Inggris---kebetulan sang kakak telah berhasil menjadi siswa Hogwarts. Tak heran jika mereka sekeluarga merasa lega ketika Gloria berhasil menerima surat-masuk dari Hogwarts, menandakan perjuangan Glo sebagai calon-penyihir-legendaris Qualfey segera dimulai.

Hubungan dengan keluarganya sendiri terlihat wajar seperti keluarga-keluarga normal lainnya. Ayah yang sok cool padahal sesungguhnya perhatian, ibu yang galak, dan kakak perempuan yang kadang-kadang annoying---kakaknya juga merupakan bekas murid Hogwarts bertahun-tahun silam. Glo sendiri lebih sering memanggil ayahnya dengan sebutan pae dan ibunya dengan sebutan mae yang berarti "ayah dan ibu" dalam bahasa Portugis tidak ada panggilan untuk kakaknya yang menyebalkan lol. Seharusnya Glo bersyukur masih memiliki keluarga yang utuh, disaat pada sisi yang lain ia justru membenci keberadaannya.

Data Personal

[Personaliti Karakter]:

  • Orang yang selalu menunjukkan kesan "cool" dan dingin dimana-mana. Well, tidak segitunya sih, Glo memang sudah pendiam dari "sananya". Ia jarang berbicara karena sekali bicara tanpa sengaja ia bisa saja memuntahkan "bisa" nya---bicara yang terlalu "jujur" dan apa adanya, bisa saja menyakitkan hati lawan bicara karena terlalu blak-blakannya.
  • Hanya bisa bohong (justru) pada ibunya--satu-satunya cara agar kau tidak diomeli lebih lama 2 jam lagi oleh beliau... Ya, diam saja dan puji beliau dengan kata manis (meski hampir seluruh isinya bohong)
  • Kalau berbicara---yang sebetulnya jarang --- seringkali menyelipkan bahasa kampungnya (baca: Portugis) dalam percakapan. Aksen Portugisnya yang masih sedikit 'medhok' sering terdengar.
  • Sering terlihat 'apatis' dengan lingkungannya, padahal dalam hati ia memiliki segala bentuk pertanyaan tentang apa yang belum ia ketahui, namun malas menunjukkannya karena takut dicap sebagai seorang anak-banyak-tanya.
  • ^dengan kata lain, orang sok cuek yang sebenarnya adalah tipe observer (berkembang sejak ia masuk tempat ini)
  • Imajinasi kelewat aktif
  • Kebiasaan memasang ekspresi datar, jarang sekali kelihatan bisa tersenyum.
  • Tak jarang menunjukkan kesan ogah-ogahan dalam segala perbuatannya, meskipun dalam hati ia selalu mengerjakannya dengan 'serius'. Ia sering terlihat sangat ogah-ogahan belajar di Hogwarts, meskipun sebenarnya ia tidak ingin mengecewakan 'harapan' kedua orangtuanya itu.
  • Tak pernah beminat jadi 'peramal' kartu tarot dan bola kristal seperti ibunya untuk pekerjaan di masa depan.
  • Kata favoritnya: Future's unseen, even that nasty propechy cant see and watch it clear"
  • Membenci segala-sesuatu yang bernama "ramal-meramal" karena si nenek-tua-bangka-Margareth yang Glo anggap telah 'menyesatkan' masa depannya.
  • Gampang mengantuk di tengah jam pelajaran


[Bakat dan Kekurangan]: Lebih kuat dalam praktek, daya tangkap agak lemah namun bisa dikuasai dalam waktu panjang jika dilatih tak putus. (Menganggap dirinya) lemah dalam pelajaran meramal (karena memang sudah benci dengan hal yang satu ini), walaupun sebagai keturunan Margareth bukan tak mustahil ia menerima 'warisan' kemampuan melihat itu, apalagi ibunya juga seorang peramal. Punya sedikit kesulitan dalam pelajaran meramal dan transfigurasi karena 'sesuatu-yang-what-she-called-sebagai-logat-Portugisnya'. Lemah pada kemampuan mengingat, kecuali jika telah diingat secara terus menerus.

Keterangan Lain
Benci kegiatan membaca buku tebal, sedikit alergi pada perpustakaan---masih heran bagaimana ia bisa masuk ke Ravenclaw. Tapi seiring demi sedikit lama-lama 'adat' Ravenclaw sebagai penghuni 'tetap' perpustakaan semakin melekat padanya.
Offline Profile Quote Post
[RULES UPDATED]Biodata Karakter · Area Bebas Karakter

Skin orginally created by Tariq | Converted by Lewis of the ZetaBoard Theme Zone | Edited by Yusuke Sawada