WARNING!
Meskipun begitu, segala peraturan tertulis yang ada di forum ini adalah tetap milik staff dan PENJIPLAKAN TANPA IZIN ADMIN ADALAH DILARANG. Kami akan menindak tegas segala penjiplakan terhadap forum IndoHogwarts. Ingatlah, bahwa forum IndoHogwarts dilindungi oleh hukum dan dapat memproses segala pelanggaran. Silahkan hubungi para admin utama New IndoHogwarts jika ingin menyadur rules atau apapun dari Garis Besar Haluan IndoHogwarts. Mari menghargai satu sama lain. Regards, Admin. |
| Selamat Datang di Indonesian Hogwarts, sebuah forum Role-Playing Games berbasis teks dengan menggunakan bahasa Indonesia, dan bersetting di Hogwarts! Kalian akan berperan sebagai murid Hogwarts di sini, menghadiri kelas demi kelas dan membuat thread-thread seru untuk mengumpulkan poin bagi asrama kalian. Kalian juga dapat masuk ke dalam tim Quidditch asrama, mengikuti pertandingan, dan memenangkan piala Quidditch. Terdapat juga klub-klub yang menarik untuk diikuti, atau kalian bisa membuat klub sendiri. Jika Anda telah terdaftar sebagai member, silakan log in untuk mengakses forum: |
| Autumn is Not Only for A Season | |
|---|---|
| Topic Started: Aug 10 2012, 08:02 PM (169 Views) | |
| Autumn G. Rosefield | Aug 10 2012, 08:02 PM Post #1 |
|
Unregistered
|
Spring. April 20th 1985, 5th Floor, Pk. 21.57 "Bukankah seharusnya anak gadis tidak diizinkan untuk berada disini malam hari, Miss?" Gadis lima belas tahun yang mempunyai rambut cokelat kemerahan yang panjang bergelombang dan diikat dikedua sisi kanan dan kiri itu memalingkan kepalanya tepat kearah sumber suara seseorang dibelakangnya. "... Hm? Apa kau tidak mengerti, Miss?" "Ah iya, aku hanya mencari sesuatu milikku yang hilang," "Accio? Apakah kau lupa? Kau ini tingkat berapa?" "Hng.. Aku tingkat li.." "Lupakan. Aku ingatkan kau untuk menggunakan mantra tersebut agar 'sesuatu milikmu' itu bisa ketemu lagi." Anak laki-laki berambut cokelat kegelapan, mata hijau terang, dan jangkung yang bersikap dingin sehingga membuat dirinya sedikit gugup itu memutar balikan badannya dan meninggalkan dirinya sendiri. Ini memang sudah jam malam dan dia sudah harus kembali ke asrama merah keemasannya itu karena esok dia harus menghadiri kelas transfigurasi dipagi hari. Summer, August 11th 1986, London Downtown, Pk. 13.24 "Bisakah aku pesan satu gelas soda, jangan lupa esnya ya?" Sambil menungu sahabatnya yang juga satu sekolah di Hogwarts, si Gadis memesan satu minuman dingin, dia menunggu sahabatnya, Georgia, disalah satu kafe ditengah kota London, cuaca sangat cerah sehingga membuat tenggorokannya kering. Pandangan mata Amber nya memandang kearah luar jendela dimana para Muggle berlalu-lalang kesana kemari. "Hey, mate! Tidak disangka kita bertemu disini, apa kabar? bagaimana musim panasmu? Tidak terasa minggu depan kita kembali ke Hogwarts!" Iris matanya melirik cepat kearah sumber suara seorang pria yang menghampiri dua pria lain yang duduk tidak jauh darinya. Wajahnya tidak asing, dia tahu itu, dan yang lebih kagetnya lagi pria itu menyebutkan 'Hogwarts'. Tanpa disadari, pandangan si gadis disadari oleh pria tersebut, tidak lama pun pesenan minumannya datang dan langsung melepas pandangannya dari pria itu. "Autumn!" Seseorang berambut pirang keriting panjang menghampiri dan menyapa dirinya, Autumn pun berdiri dan memberikan pelukan hangat kepada sahabatnya itu. Seminggu sebelum keberangkatan mereka kembali ke Hogwarts, Georgia selalu tinggal ditempat Autumn karena tempat tinggalnya tidak jauh dengan lokasi keberangkatan kereta Hogwarts Express makanya tidak heran lagi kalau Georgia membawa banyak barang. "Sudah siap dengan minggu depan? Kita sudah tingkat enam! Sebentar lagi kita akan lulus!" Ucap Georgia dengan senang. Autumn hanya bisa tertawa kecil dan meminum-minuman nya. Autumn, October 24th 1986, The Lake, Pk. 16.12 Musim gugur, angin bertiup kencang dan daun-daun kering berjatuhan dari pohonnya, sehingga rerumputan hijau dipenuhi oleh daun-daun kering kecokelatan yang terjatuh dari dahannya. Autumn duduk tepat dibawah pohon tidak jauh dari danau, dirinya sibuk membaca buku mantra dan coba untuk menghafalkannya. Dirinya bisa memandang senja dari danau dihadapannya, makanya dia lebih memilih untuk bersantai disore hari ditempat ini kalau sempat. Tidak dengan sahabatnya yang sibuk berpacaran dengan pria dari asrama elang setiap hari, itu hanya membuatnya menjadi gila. "Jadi kau masih ingat ucapanku waktu itu... Autumn?" Kepalanya didongakkan sedikit tanpa melihat siapa seorang pria yang menghasilkan suara tersebut, Autumn tidak begitu dekat dengan banyak pria di Hogwarts, tapi darimana pria ini tahu namanya, oh ya, Georgia, sahabatnya selalu membuat beberapa pria mengajak dirinya berkencan tetapi selalu ditolaknya. Bukan saatnya waktu itu. Kepalanya didongakkan keatas mengarah kearah pria jangkung yang berdiri menghadapnya yang duduk dibawah pohon. Pria berambut cokelat kegelapan yang sedikit berantakan, mata hijau terang, dan mengenakan jubah dari asrama ular memandangnya. Autumn hanya bisa memalingkan kedua mata ambernya kearah danau, "Oh ya! Kau yang waktu itu mempergokiku di lantai lima, bukan?" Tanyanya kepada pria tersebut, pria tersebut hanya memberikan senyuman kecil dan menjulurkan tangannya kepada Autumn. "Damian Walter, Prefek Slytherin tahun ketujuh," Autumn menjabat tangannya, Damian, Prefek Slytherin. Sudah dikira pria ini dari asrama ular. "Autumn Rosefield, Gryffindor tahun keenam," Balasnya dengan mencoba untuk berdiri. Akhirnya mereka berhadapan, tinggi badan Autumn hanya berbeda 5cm dari tinggi badan pria ular ini jadi dirinya tidak perlu mendongakan kepalanya terlalu keatas. "Aku tahu," Katanya, Autumn membuka matanya lebar kebingungan hingga dia sadar kalau mereka sudah bertemu musim panas lalu di London walaupun hanya saling berpandangan saja. "Ini untukmu," Pria itu menjulurkan sesuatu yang membuatnya sedikt terkejut. Spring. April 21st 1985, Great Hall, Pk. 08.05 "Pagi, Autumn! Sudah ketemu gelangmu?" Sapaan sahabat-sahabatnya dibalas hanya dengan senyuman kecil karena dia masih sedih dengan hilangnya gelang keburuntungan pemberian kakeknya, Autumn hanya bisa menggelengkan kepalanya saja. "Tenang saja, pasti akan ketemu, aku yakin!" Autumn, October 24th 1986, The Lake, Pk. 16.33 "Great Hall, pagi hari setelah kau keluar jam malam, aku berada disana, mendengar kalau kau kehillangan gelang ini dan aku hanya bisa tertawa karena kau tidak bisa menggunakan mantera 'Accio'" Autumn meraih gelang miliknya yang ditemukan oleh senior dan juga prefek dari asrama ular tersebut, dia masih berpikir bagaimana bisa Autumn sebodoh itu tidak menggunakan mantera Accio untuk memunculkan benda miliknya ini. Anyone want to play as Damian? :) |
|
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · RPG Practice · Next Topic » |
| Track Topic · E-mail Topic |
8:44 PM May 25
|






8:44 PM May 25